Pesta Kabut Logam Hitam Nusantara




     FOGFEST nama ini pertama kali saya dengar dari status media sosial seorang musisi,sutradara dan juga penulis Hernandes Saranela, beliau akan merencanakan sebuah event yang menampilkan dan dihadiri para pelaku logam hitam se Nusantara atau bisa dibilang reuni dan gathering nya black metal se Nusantara. sebuah event yang tidak hanya sekedar susunan acara pertunjukan musik, tapi didalamnya terkandung semangat filosofis, simbolis, dan sekaligus profitable, dengan perkiraan jumlah peserta yang besar dari berbagai lokasi. Acara ini akan diselenggarakan selama 3 hari 2 malam, dengan konsep camping, gathering, diskusi, screening film, merchandise booth, pameran artwork, dan tentu saja live musik.  ide ini disambut baik oleh para pelaku black metal yang bersedia menjadi volunteer dan tergabung dalam Anonymus Black Metal Alliance sebuah kolektif penggiat musik, khususnya Black Metal, dari berbagai wilayah Indonesia, yang berinisiatif membangun jaringan dan menggelar event-event pertemuan berskala nasional termasuk rencana FOGFEST ini, yang kembali berkobar dan ditindaklanjuti upaya konkret, yakni dengan menyelenggarakannya. 

Sebuah upaya menghilangkan kabut yang selama ini menyelubungi scene Black Metal Nusantara. Ada banyak sekali keberagaman dari para musisi dan pendengarnya, yang seringkali menimbulkan perbedaan tafsir, dan mengaburkan pandangan ibarat kabut di belantara liar. Perbedaan atau pun perselisihan adalah hal wajar, dan sekiranya dapat dimaklumi apalagi jika ngomongin soal scene. Tapi apakah kita akan selamanya tertelan kabut itu dalam keterdiaman? sementara fakta di lapangan menunjukan begitu banyak antusiasme menyelenggarakan event-event Black Metal, atau musik bawah tanah di berbagai wilayah. Bukan sekadar di titik-titik itu saja.FOGFEST adalah semacam upaya menemukan diri kita kembali sebagai pelaku scene Black Metal di Nusantara. Mengidentifikasi dan merayakan konsolidasi, menyelaraskan berbagai ketidaksepahaman tentang isu Black Metal selama ini, dan syukur-syukur menjalin rekonsiliasi. Segala perbedaan bukan untuk dihilangkan namun mari sama-sama merayakannya sambil perlahan menyingkap kabut yang selama ini menyelubungi.
Karena itulah FOGFEST akan menjadi event pertama dan sekaligus terakhir. Berhasil diselenggarakannya mungkin bisa menjadi semacam pembuktian bahwa para pelaku Black Metal, setidaknya punya ruang mengekspresikan kegusaran dan kegelisahannya selama ini. Kita menemukan diri kita hidup dan dipaksa berurusan dengan segala standar ideal di dalamnya. Apa yang kita jalani kebanyakan tak bermakna, padahal kita pada dasarnya bebas, tegar, dan ini menghadirkan satu pilihan utama eksistensial ; kita akan menjadi apa? Lalu akan ke mana? Selama absurditas itu merupa dalam wujud kabut yang kian menebal, bagaimana kita menjalani kehidupan sebagai bagian dari Black Metal Nusantara?

"FOGFEST saya bayangkan sebagai sebuah perayaan dari kebebasan individu di scene, atau setidaknya kesempatan yang dimiliki oleh masing-masing dalam mencari kebebasan. Menegaskan bahwa kita ada dan tetap bergerak meskipun kematian membayang di segala sudut, entah dalam wujud industri, pasar, tren, atau semacamnya. Itu juga yang menjadi alasan saya menempatkan kutipan dari Abigor di awal tulisan ini. band Black Metal asal Austria ini pernah menyatakan bahwa segala bentuk karya seni bisa semakin kuat, dalam artian revolusioner jika itu merupakan pergerakan. FOGFEST adalah bagian dari titik konkret militansi pergerakan kami. Ingat juga bahwa event sekelas Wacken dulu dibangun dengan semangat militansi yang tinggi." - Hernandes Saranela

Meski tanpa embel embel sponsor tapi dengan semangat mereka mencoba mewujudkan event ini dengan merilis merchandise yang nantinya dana dari penjualan merchadise inilah yang akan digunakan untuk mewujudkan FOGFEST.

"Terhitung beberapa hari semenjak ide penyelenggaraan FOGFEST ini saya lontarkan di FB, ada sekitar 160 pengguna akun yang telah membagikannya ke lingkaran masing-masing. Kemudian berlanjut dengan gambaran yang lebih jelas disertai poster, saya kembali mengingatkan perihal FOGFEST. Hari demi hari postingan itu terus dibagikan, dan selalu dari orang-orang yang sama. Lalu bagaimana dengan rencana kaos donasi yang tidak hanya bermodalkan jari dan jempol saja itu? Akankah berjalan sesuai rencana?
Ada lebih dari seratus band Black Metal yang separuh darinya sudah diakui eksistensinya secara kualitas. Asumsikan jika setiap band membeli 1 saja kaos donasi sudah sangat membantu. Sisanya tinggal dijual ke sejumlah kolektor, atau ke mereka yang mendukung pergerakan Black Metal.
Tapi saya juga mesti sadar bahwa di media sosial tak semuanya sejalan dengan tindakan konkret. Jangan-jangan itu cuma euforia atau latah untuk klik like dan share sebuah unggahan yang dianggap seru? Untuk membantu share saja tidak sempat, apa lagi sampai harus mengeluarkan dana sejumlah itu untuk kaos, yang bahkan belum jadi desainnya? Mungkin semacam itu anggapan sebagian orang tentang isi kepala saya. Oh ya, satu lagi. Setiap band yang terlibat di event ini pun mesti rela datang secara swadaya, mulai dari transportasi hingga peralatannya. Kok bisa ada acara yang diklaim bombastis itu malahan gak modal? Siapa yang bakalan mau ikut? Kok bisa semua band menerima perlakuan yang sama, padahal beberapa band yang merasa terkenal harusnya diundang sebagai tamu special dong. 

"Apa ada yang mau terlibat dalam tindakan konkret itu?
Ada kok. Ada orang-orang yang secara nyata berkeinginan mewujudkan bentuk-bentuk pertemuan seperti ini. Orang-orang yang disela-sela kesibukannya meluangkan waktu untuk melihat sejauh mana perkembangan scene Black Metal kita, dan membantu mencoba mengupayakannya. Orang-orang yang bukan hanya peduli pada bandnya sendiri, tapi juga ikut bertanggung jawab menjaga keberlangsungan scene.
Benar-benar sambutan dan tindakan konkret yang ditunjukan mengingatkan kita pada esensi dari scene Black Metal khususnya di Nusantara ini, yakni tentang pergerakan. Kita harus mampu menemukan diri kita, sekali lagi. Semua itu membuktikan bahwa ada kawan-kawan volunteer yang merelakan waktu, pikiran, tenaga, dan bahkan sebagian dananya untuk mewujudkan perayaan ini. Orang-orang dibalik layar yang bekerja tulus demi mewujudkan sebuah event ter-militan berskala nasional, dengan penafsiran masing-masing. Sebuah perjalanan nan cukup jauh untuk menemukan diri kita di tengah-tengah kabut, sesuai dengan desain kaos resmi festival ini; “Journey far enough to find ourself”-Hernandes Saranela


Hari demi hari mereka bergerak, saya sendiri yang ikut tergabung di grup whatsapp Anonymus Black Metal Alliance membaca langsung kegiatan dan pergerakan mereka dalam mewujudkan event ini,semangat yang luar biasa menurut saya,semangat untuk membawa musik black metal Nusantara lebih dikenal dan tidak terkucilkan. dan akhirnya hari ini tgl 09 bulan kesebelas tahun 2018 diumumkan final lineup yang akan mengisi kegiatan FOGFEST nanti yang akan dilaksanakan selama 3 hari di hutan alam bumi perkemahan Sekipan Tawangmangu pada tanggal 25 - 27 Januari 2019.


Anonymous Black Metal Alliance Present :
FOGFEST (Ist the most Indonesian militant open air Black Metal festival ever created, This festival will only be held once. We have no time for making it twice ) Berkumpulnya Sebagaian pegiat Logam Hitam Yang terwakilkan Oleh :

  *DIABOLICAL - GRESIK
========================================================================

  *WINOTO - KEDIRI ( Tosan Aji )
========================================================================

 *ENUMA ELISH - BUMIAYU
========================================================================

 *RIV - TENGGER ( artworker )
 ========================================================================

 *SOULSICK - JAKARTA
 ========================================================================

 *DONI WICAKSONOJATI - KEDIRI ( Situs Nusantara )
========================================================================

 *IMMORTAL RITES - KEDIRI
 ========================================================================

 *KIMCORE - BANDUNG ( Film Oslo the roots Of Black Metal )
========================================================================

 *RIYAL - LOMBOK ( Photo )
========================================================================

 *MALEDIKTA - KARAWANG
========================================================================

 *NORTHRON - MANADO
 ========================================================================

 *HELLUCINATION - BOGOR
========================================================================

*HARIS - KUDUS ( Artworker )
========================================================================

 *DIVINE LIGHT - BANJARNEGARA
 ========================================================================

 *NASHR - KUDUS
 ========================================================================

 *HELLDUST - JOGJAKARTA
 ========================================================================

 *ALMARHUM - JAKARTA
 ========================================================================

 *MAKAM - SOLO
 ========================================================================

 *ASHTAROTRUM - BANDUNG
 ========================================================================

 *HERNANDES SARANELA - CINEMA REBEL ( WHERE DO WE GO )
 ========================================================================

 *HORDAVINTHRA - SURABAYA
========================================================================

 *SETHOZ - BANDUNG
 ========================================================================

 *OBORSETAN - SURAKARTA
========================================================================

 *USMAN - BOYOLALI ( Artworker )
 ========================================================================

 *NEUROTIC OF GODS -BANDUNG
 ========================================================================

 *MISANTHROPIC IMPERIUM - MALANG
 ========================================================================

 *GENDHARONG - SURAKARTA
 ========================================================================

 *WISNU LAMPHOR - KLATEN ( Seni Panah )
 ========================================================================

 *HEKSA - BLORA ( Seni Batik Metal)
 ========================================================================

*DEKLARATION - MADURA
========================================================================

*SEREIGNOS - KEDIRI
 ========================================================================

  Semoga saya sendiri bisa hadir di event ini mengingat cukup membutuhkan biaya transportasi yang besar untuk menuju kesana dari pulau Sumatera ini. akan sangat menyesal kalau tidak hadir karna ini mungkin tidak akan adalagi di tahun mendatang. Pulau Sumatera sendiri tidak ada perwakilan di lineup karna keterbatasan biaya dan juga waktu. tapi semoga ada individu yang hadir disana nanti. Hails 😈🤘🤘🤘


sebagian dikutip dari DCDC

Comments